Resep Sukses Bezos

Bezos sudah menyadari sejak awal bahwa Internet hanyalah awal dari sebuah revolusi besar-besaran yang dapat melahirkan perusahaan dan jasa jenis baru. Tentu saja hal tersebut merupakan sebuah kesempatan dan tantangan yang besar, terutama jika dihadapkan pada pasar konvensional. Kesuksesannya dengan Amazon didirikan dengan dua kunci dan salah satunya adalah inovasi dan pemikiran strategis agar dapat bertahan hidup di pasar Internet yang terus bergolak. Di masa depan, bisnis bisa dijalankan dengan meraih pelanggan, tidak selalu dengan ide produk yang baik.

Baca juga : Net89

Oleh karena itu, kesuksesan Amazon bukan hanya salah satu kisah sukses yang paling menarik dari Internet muda, tetapi juga peringatan, yaitu Jeff Bezos dan Amazon-nya telah menunjukkan kepada dunia bagaimana melakukan bisnis di masa depan dan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan komersial berjalan. “Anda tahu, Charlie,” kata Bezos kepada Charlie Rose dari CBS yang mewancarainya pada bulan Desember 2013. “Amazon tidak hanya memikirkan bisnis buku, tetapi masa depan,” ujar Bezos.

Pernyataan ini adalah kunci untuk memahami bagaimana Bezos berpikir dan bagaimana fungsi kerja Amazon. Untuk Bezos, masa depan bukanlah tujuan yang dapat dicapai dengan menciptakan produk futuristik, seperti yang dilakukan oleh banyak perusahaan (Google dan Apple) dan sebagian startup Internet. Baginya, masa depan adalah makhluk yang agak terlambat. Sebenarnya, dunia telah lama siap untuk semua yang baru dan tinggal membutuhkan orang-orang seperti dia agar hal-hal baru bisa dijalankan.

Namun, ketika Bezos berbicara tentang hal ini, ia tampaknya bersikap rendah hati. “Saya bukan jin,” ujarnya. “Pemikiran yang lain bisa lebih konyol dari saya.” Majalah bisnis Forbes memperkirakan aset pribadinya mencapai US$ 30 miliar. Saat ini ia berada di peringkat 21 dalam daftar orang terkaya di bumi versi Forbes. Bezos sendiri menyebut rumus suksesnya dengan “perubahan tradisional”. Jejak-jejak bahwa mesin raksasa Amazon telah meninggalkan dunia adalah sumber informasi yang lebih konkrit.

Amazon telah mengubah industri buku tidak dipandang sebelah mata dan bahkan memaksa puluhan industri lain untuk menyingkir ke sudut lain. Bahkan, dengan Amazon Web Services, mereka telah menciptakan layanan baru dalam hal Cloud Computing. Amazon selalu selangkah lebih maju dari yang lain. “Bakat Bezos luar biasa, ia kapitalis sejati,” kata pakar ekonomi dan teknologi Amerika, Venkatesh Rao, kepada Internasional selama wawancara berlangsung.

“Dia adalah versi modern dari Jack Welch (manajer General Electric yang legendaris). Ia melakukan segala sesuatu dengan niat yang lengkap dan dengan cara yang benar-benar sistematis. “Daripada mengikuti langkah perusahaan teknologi besar lainnya, Bezos justru menggunakan pendekatan manajemen yang sangat strategis untuk mencari dan membentuk pasar.

Namun, dalam mengembangkan produk, Amazon tetap menggunakan model bisnis dan strategi seperti perusahaan lain. Dalam menjalankan bisnis ini, terlebih dahulu Bezos menentukan strategi pertumbuhan. Selanjutnya, ia menemukan bahwa dealer buku online memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing offline-nya. Sistem online ini dapat melayani konsumen di seluruh dunia dengan bermacam-macam jenis buku. Selain itu, biaya operasional pun menjadi lebih rendah daripada menggunakan perdagangan konvensional.

Dengan pertumbuhan Internet yang cepat belakangan ini, tentu saja rencana Bezos menjadi lebih jelas. Terbukti, pada minggu pertama peluncuran website ini tanggal 16 Juli tahun 1995, Amazon berhasil menjual buku senilai US$ 12.000 dan terus meningkat menjadi US$ 14.000 di minggu berikutnya. Hanya dalam kurun waktu lima tahun, Amazon membuat omset yang spektakuler, yaitu US$ 1,64 miliar. Bezos telah melampaui prediksi banyak orang. Sampai saat ini, Amazon telah berhasil membuat omset US$ 7,445 miliar setahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *