KENDATI MEGAWATI SOEKARNOPUTRI LEBIH CONDONG KE BASUKI TJAHAJA PURNAMA

Djarot adalah politikus PDI Perjuangan yang saat ini menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sepekan sebelum Basuki mengumumkan pilihan maju sebagai calon independen ke media, awal Maret lalu, PDI Perjuangan sebenarnya sudah hampir pasti mengusung Ahok dan Djarot. Menurut Hasto, keputusan Basuki menyatakan akan maju melalui jalur independen ini membuat geram kalangan internal partai. Hasto mengatakan kader PDIP marah besar saat Basuki menyebutkan ia harus mengeluarkan uang Rp 200 miliar jika menempuh jalur partai. Pengurus PDI Perjuangan menilai Basuki tidak bersikap adil kepada partai pemenang pemilu itu.

Misalnya, PDI Perjuangan selalu pasang badan untuk Basuki ketika muncul resistansi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta ketika ia diusulkan menjadi gubernur menggantikan Joko Widodo. Selain itu, saat ada upaya pemakzulan Basuki, menurut Hasto, Megawati turun tangan menggagalkan rencana ini. ”Kami selalu membela, tapi dianggap menjadi masalah,” ujarnya. Kendati muncul penolakan dari kalangan internal partai, menurut Hasto, Megawati tetap membuka pintu bagi Basuki untuk bisa diusung PDI Perjuangan. ”Ibu selalu mengatakan, ah, kayak ndak tahu Ahok saja,” ujarnya. Namun, kata Hasto, langkah menyiapkan calon lain tentu saja harus dilakukan. ”PDI Perjuangan harus memiliki opsi lain.

Dalam politik tidak boleh hanya ada skenario tunggal.” Di mata Hasto, Risma salah satu kepala daerah yang berhasil karena mengantongi suara lebih dari 82 persen dalam pemilihan Wali Kota Surabaya pada Desember tahun lalu. Popularitas dan keberhasilannya memimpin Surabaya juga sudah terbukti moncer. Menurut Hasto, setelah Basuki memutuskan maju sebagai calon perseorangan, partainya menjaring sekaligus melakukan pemetaan mengenai calon terkuat sebagai penantang. Risma dipilih sebagai salah satu kuda hitam yang bisa mengalahkan Basuki. PDI Perjuangan juga sempat ”menguji” Djarot Saiful Hidayat. Hasto mengatakan komunikasi sering dijalin dengan Djarot tentang pencalonannya sebagai gubernur. Mantan Wali Kota Blitar itu juga kerap bertemu dengan Megawati untuk membahas kemungkinan maju menjadi calon gubernur. Dia menjadi salah satu alternatif yang siap diusung karena dinilai sudah memahami persoalan Jakarta.

Djarot tidak menjawab secara tegas soal pencalonannya sebagai gubernur. ”Semua kader partai dididik untuk mendapatkan tugas partai di mana pun,” ujarnya. Sejumlah nama lain juga sudah didekati. Hasto mengatakan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar menjadi kandidat yang masuk radar partai untuk dikirim ke Jakarta. Kepada Tempo, Hasto Wardoyo mengaku beberapa kali dihubungi petinggi partai dan Kepala Badan Pemenangan Pemilu PDIP Jakarta Bambang D.H. dalam dua bulan terakhir atau sejak Ahok memutuskan maju independen. ”Sebagai kader, saya selalu siap meski menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Ketua Umum,” katanya. Selain nama-nama yang didekati partai, ada yang datang untuk mendaftarkan diri. Menurut Hasto Kristiyanto, total ada 32 nama yang sudah mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan.

Nama-nama ini tetap disaring dan kemudian nama yang terpilih nantinya disodorkan ke Megawati sebagai pilihan lain jika nama yang diincar partai menolak diusung. Tidak hanya menjaring calon di kalangan internal partai, menurut Hasto, partainya tetap membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai lain. Sejumlah komunikasi sudah mulai dibangun dengan partai-partai yang juga ingin mengusung kader terbaiknya. ”Kami terus melakukan pemetaan politik,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *