Kebab Oncom ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Kebab Oncom ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta. Melihat larisnya penjualan oncom ampas tahu di pasar tradisional di Bogor, rupanya ditangkap sebagai peluang bisnis oleh Faisal Fauzi Ambadar. Terlebih, oncom memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh. Menariknya lagi, Faisal tak mengolah oncom sebagai bahan isi combro atau pun masakan lain. Faisal justru menjadikan oncom sebagai bahan isi kebab. Ia mengawali usaha kebab oncom sejak 3 bulan lalu dengan merek Kebab Shehrazat. Ukuran kebab yang dibuat Faisal tergolong mini.

Meski begitu, isi oncomnya cukup melimpah dan padat. Paduan lembaran tortila plus isi oncom berbumbu ternyata pas di lidah. Apalagi oncomnya terasa gurih, tak terlalu kering, dan pada sentuhan pedasnya. Diakui Faisal, ia cukup selektif memilih bahan baku untuk kebabnya. Oncomnya hanya digunakan yang teksturnya lembut dan belum mengeras akibat sudah terlalu lama di pasar. Bahkan, demi memudahkan menyetok bahan baku, Faisal memiliki suplier oncom sendiri. “Tortilanya juga saya dapatkan dari supplier khusus,” sambungnya.

HARGA TERJANGKAU Agar oncom sebagai isi kebab terasa gurih, Faisal mengolahnya dengan cara menumis oncom yang sudah dihancurkan dengan bumbu cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan garam. Namun, kata Faisal, oncom harus dimasak sampai betul betul matang. “Jika belum matang, justru bisa jadi penyakit,” ungkapnya. Setelah oncom diisikan ke dalam kulit tortilla yang digulung, masing-masing dikemas dalam plastik lalu ditata dalam boks plastik berpenutup, sehingga terlihat rapi dan bersih. “Tiap boks berisi 5 kebab oncom, harganya Rp 20 ribu. Di kedai kami, Kedai Shehrazat, pembeli bisa membeli kebab oncom satuan. Harganya Rp 8 ribu,” ujar Faisal.

Kebab oncom mampu bertahan 3 bulan bila disimpan di freezer. Sebelum dinikmati, kebab lebih nikmat digoreng atau dipanggang dulu di atas pan. “Setelah keluar dari freezer baiknya didiamkan dulu di suhu ruang sebentar,” sarannya. Tiap bulan, kebab oncom beku terjual hingga 400 boks. Mayoritas pembelinya, kata Faisal, berasal dari Jabodetabek. Meski begitu, terkadang ia menerima pesanan dari luar area ini, seperti dari Bandung dan Cirebon. “Pernah juga ada yang pesan dari Palangkaraya. Tapi saya belum berani kirim, khawatir produknya rusak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *