Cukup Cairan Produksi Asi Pun Maksimal

Apakah Mama cenderung merasa cepat haus di masa menyusui? Wajar kok, Ma. Yang penting, jangan sampai kekurangan cairan ya, Ma, demi lancarnya produksi ASI. Tahukah Mama, sebagian air yang Mama minum digunakan oleh tubuh untuk memproduksi ASI (87% kandungan ASI adalah air)? Itulah mengapa, bila Mama sampai kekurangan cairan, dapat dipastikan metabolisme di tubuh akan mengalami gangguan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Otomatis, kondisi ini akan memengaruhi, baik kuantitas maupun kualitas ASI. Nah, karena di masa menyu sui, Mama harus memenuhi kebutuhan cairan bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga sang bayi, tak heran bila kebutuhan tubuh akan cairan menjadi lebih banyak dari biasanya. Berapa jumlahnya? The Institute of Medicine, AS menganjurkan mama menyusui agar minum sebanyak 3,1 liter setiap hari atau setara dengan 13 gelas air. Wow, banyak banget ya, Ma!

Tak Selalu Harus Air Putih

Jangan khawatir, kita bisa kok memenuhi target itu. Soalnya, cairan yang masuk ke dalam tubuh tidak selalu harus dihitung dari minum air putih saja. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari sedikitnya me ngandung 20% dari ke seluruhan asupan air tubuh, sedang kan sisanya dapat dipenuhi dari asupan air langsung.

Jadi, kebutuhan akan cair an bagi mama menyusui bisa dipenuhi dengan minum air putih biasa ataupun air dari sumber makanan atau minum an lain. Namun, akan lebih bermanfaat lagi bila kita minum cairan “bergizi” seperti: susu, air kacang-kacangan, sari buah-buahan, air sayuran daun hijau, dan sebagainya. Kita bukan hanya dapat mencukupi kebutuhan cairan bagi tubuh, juga akan memperbaiki produksi ASI, yakni terpenuhi secara kuantitas dan kualitas.

Bagaimana Dengan Susu?

Mama menyusui dianjurkan minum susu agar kesehatannya terjaga, salah satunya agar kebutuhan kalsium dapat tercukupi. Selain susu, ada alternatif makanan sumber kalsium lainnya. Di antaranya: sayuran berdaun hijau, biji kacang-kacangan, buah yang telah dikeringkan, padi-padian yang masih utuh, ikan tulang lunak dalam kaleng, ikan teri, bandeng presto, dan lainnya.

Kendati demikian, susu tetap direkomendasikan untuk dikonsumsi karena mampu menyuplai kebutuhan akan zat gizi, seperti: protein, fosfor, kalium, niasin, asam amino, vitamin A dan B2, serta senyawa bermanfaat lainnya. Terlebih lagi, saat menyusui, tubuh Mama membutuhkan kalsium sebagai salah satu unsur yang terkandung dalam ASI. Penyerapan kalsium dalam tubuh akan maksimal bila dibarengi dengan protein. Itu sebabnya, susu bisa menjadi sumber kalsium terbaik bagi Mama.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *