Tanda-Tanda Bayi Sembelit

sat-jakarta.com – Ketika bayi terlihat kesakitan saat ingin pup dan fesesnya cenderung keras, ini pertanda dia mengalami sembelit. Begitu juga ketika bayi Mama melengkungkan punggung, mengencangkan bokong, atau menangis saat ingin pup. Menurut Dr. Jay Hoecker, pakar kesehatan anak dari Mayo Clinic, bayi mulai mengalami sembelit begitu mulai mengonsumsi makanan padat. Saran Hoecker, sering-seringlah memberikan air atau jus buah tambahan disamping yang biasa ia konsumsi. Selain itu, pilih jenis makanan yang bisa bersahabat bagi pencernaan, seperti bubur buah.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Bayi Di Bawah 6 Bulan Tak Perlu Air Putih

Bayi memerlukan nutrisi lengkap (karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin) dan juga cairan dalam volume yang tidak terlalu banyak (mengingat kapasitas perutnya tidak besar), namun kaya kandungannya. Nah, ASI dapat memenuhi segala kebutuhannya itu. Air putih terlalu banyak, menurut dr. Martinus M. Leman, DTMH, SpA, justru membuat bayi tidak mampu lagi menerima ASI dengan baik, karena sudah “kembung”. Padahal, dalam air putih tidak terkandung nutrisi yang diperlukan bayi alias hanya komponen cairan tanpa adanya protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain yang sangat diperlukan bayi. “Dampak pemberian air putih terlalu banyak adalah bayi tak mampu menerima ASI dengan maksimal, akhirnya dapat mengalami kekurangan gizi dan tentunya berdampak tak baik bagi tumbuh kembangnya,” terang dokter spesialis anak dari Siloam Hospital TB Simatupang Jakarta ini.

Rahasia Lebih Pintar Bicara

Kata-kata si kecil masih sulit dipahami karena pengucapannya kurang jelas? Ini tergolong normal, karena pada masa ini, ia masih be lajar melatih artikulasinya. Supaya lebih mendorongnya berani berbicara, hindari berkata, “Mama enggak ngerti kamu bilang apa!” Sebab, ini akan membuatnya justru jadi frustrasi. Akan lebih baik bila Mama mencoba menebak kata-katanya. Misalnya berkata, “Oh, kamu mau boneka?” Atau, mintalah dia menunjuk apa yang dimaksud. Lalu, sebutkan nama benda yang dimaksud dan ajak ia mengulanginya. Namun, bila masih belum bisa bicara dengan jelas hingga lewat usia 3 tahun, ada kemungkinan anak Mama butuh terapi bicara atau mengalami masalah pendengaran. Segera konsultasikan dengan dokter.