Bed Rest Bukan Sekadar Demi Alasan Medis

Pertimbangan dokter untuk meminta mamil beristirahat total di tempat tidur dalam jangka waktu panjang terkadang juga demi alasan psikologis. “Meski bed rest mungkin tidak akan terlalu banyak membantu dari segi medis, misalnya karena kehamilan Mama sangat tinggi risikonya, dokter mungkin akan tetap memintanya demi kesehatan psikologis Mama,” kata John Elliott, MD, Direktur maternal and fetal medicine dari Good Samaritan Medical Center, Phoenix, Amerika Serikat. “Jika mamil dibiarkan tidak menjalani bed rest dan kemudian mengalami keguguran, kondisi psikologisnya akan sangat buruk. Mamil mungkin akan dirundung rasa bersalah karena tidak melakukan sesuatu untuk mencegah keguguran itu,” lanjut Elliott.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Mengapa Obesitas Bisa Menurun?

Jawabannya ada pada proses yang terjadi selama kehamilan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh pakar dari University of Colorado School of Medicine, sel-sel janin dari mamil yang obesitas dapat diprogram untuk mengakumulasi lemak ekstra selama dalam kandungan. Hasil akumulasi ini akan terlihat pada pengukuran selsel tersebut di laboratorium, yang diambil setelah bayi lahir. Dibandingkan bayi yang dilahirkan oleh mama dengan berat badan normal, sel-sel bayi dari mama yang obesitas memiliki komposisi lemak 30% lebih besar. Selain itu, sel-sel janin juga dapat mengalami perubahan metabolisme, yang bisa mengakibatkan resistensi insulin, kondisi yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Gunakan Sikat Gigi Lembut

Bulu-bulu sikat yang lembut akan lebih bersahabat dengan gigi dan gusi Mama selama kehamilan. Apalagi, perubahan hormon dapat membuat gusi jadi lebih sensitif dan mudah berdarah. Studi yang dimuat di Journal of Periodontology menyebutkan, gangguan gusi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur dan bayi juga berisiko lahir dengan berat badan rendah. Tip lain, jika Mama termasuk suka menggunakan benang gigi, bersihkan gigi dengan hati-hati agar tidak melukai gusi.

Suami Selalu Mau Membelikan Makanan

“Saat mengandung putri pertama kami, Azelin, lumayan ribet, soalnya tiga bulan pertama saya mengalami mual muntah. Saya mual, lemas, enggak selera makan apa pun, bahkan minum pun malas, karena setiap hari saya muntah dan keringat dingin. Suami sampai bingung. Setiap hari ia selalu menanyakan ingin makan apa dan selalu menasihati saya. Jadi tiga bulan pertama, saya hanya makan nasi putih dan mentimun. Memasuki awal bulan kelima sampai ketujuh, saya enggak mau berhenti makan. Bahkan, hampir tengah malam saya lapar dan minta suami membelikan makanan. Suamiku enggak pernah nolak apalagi marah. Momen itu enggak akan pernah saya lupakan.”

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *